MADING SEBAGAI WADAH MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN LITERASI SISWA
Majalah Dinding atau yang sering disebut dengan mading merupakan
salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara tertulis
dan bersifat sederhana. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dikatakan
bahwa majalah dinding merupakan lembaran-lembaran yang disusun dalam bentuk
tulisan dan ditempelkan pada dinding atau papan. Jadi majalah dinding adalah
kumpulan dari informasi-informasi dalam bentuk tulisan yang sudah dicetak atau
ditulis secara manual, lalu ditempelkan pada sebuah tempat yang telah
disediakan dan dibentuk semenarik mungkin.
Mading sebaiknya diisi oleh karya-karya siswa karena siswa merupakan pemilik mading itu
sendiri, siswa membutuhkan ruang dan tempat yang bisa digunakan untuk
menampung semua ide, ekspresi, dan kreativitasnya. Maka dari itu, mading merupakan
salah satu wadah bagi
mereka dalam berkarya dan mempublikasikan tulisan-tulisan baik dalam bentuk
cerita, gambar, puisi, dan lainnya. Mading juga akan melatih tingkat
kepercayaan diri siswa, karena karya yang telah dibuat akan dilihat dan dibaca
oleh orang lain sebagai bentuk apresiasi dari karya yang telah mereka buat. Hal
ini membuat siswa menjadi termotivasi untuk melahirkan kreativitas lainnya.
Selain sebagai media dalam meningkatkan kreativitas mading juga berfungsi dalam
memperbaiki tingkat literasi siswa terutama pada membaca dan menulis. Literasi
merupakan kemampuan siswa dalam membaca, menulis, berbicara, berpikir, dan
segala bentuk keterampilan dalam memperoleh informasi serta memecahkan sebuah
masalah. Pada era modern saat ini dengan
perkembangan teknologi dan informasi yang begitu canggih membuat minat baca dan
tulis siswa menjadi rendah. Padahal untuk memperoleh informasi dalam bentuk
tertulis siswa diharuskan untuk membaca dan banyak buku-buku yang dapat
digunakan sebagai media dalam menambah wawasan agar bisa berpikir secara
kritis.
Mading berisikan karya dan tulisan
yang beranekaragam sehingga memunculkan rasa penasaran siswa untuk melihat dan
membacanya. Bukan hanya sekedar itu, bahkan hal ini bisa sebagai pemancing bagi
siswa lain untuk kembali menghidupkan budaya membaca dan menulis. Siswa yang
termotivasi untuk menulis dan menghasilkan sebuah karya akan mulai mencari
buku-buku untuk sumber referensi dalam membuat karya yang ingin ditempelkan di
mading. Sehingga apabila ini terjadi secara berulang maka akan meningkatkan
minat baca dan menulis siswa.

Komentar
Posting Komentar